- Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng
“Panina Manina, seorang artis trapeze, jatuh dan mengalami patah leher. Ketika sang Kepala Sirkus memperhatikannya, dilihatnya sebuah jimat ambar melingkar di leher gadis itu, seperti yang diberikannya kepada putrinya, sebelum anaknya itu terhanyut dalam sebuah banjir besar 16 tahun yang lalu.”
Demikianlah cerita yang dituturkan Peter, tokoh dalam novel ini. Ketika masih kecil, ia tak punya kawan dan lebih suka menyendiri di dalam dunia yang dia ciptakan. Ia terobsesi dengan cerita-cerita, terutama dengan cerita tentang Panina Manina yang dikarangnya sendiri.
Hingga ia dewasa pun, imajinasinya terus merajalela. Tetapi, dia tidak mau mempublikasikan cerita-cerita yang dia tulis atas namanya. Dia membenci ketenaran. Ini mendorongnya membentuk Author Aid, sebuah program yang didesain untuk menyediakan cerita-cerita bagi pengarang-pengarang terkenal yang mengalami kebuntuan ide. Meskipun programnya ini pada awalnya sangat sukses, segera terbukti bahwa Peter akhirnya terjebak dalam jaring laba-laba yang ditenunnya sendiri …
